Selasa, 08 November 2016

Keshalihan....?

Menjalani hidup benar itu bagaimana...?
Menurut yang ini begini, menurut yang itu begitu.
Sebagian besar manusia berada dalam kebingungan.
Kemudian mereka mengikuti si ini, si itu.
Berbondong-bondong digiring kesana kemari, ikut arus yang membawa mereka ke kebingungan yang tak terjawab.
Dengarlah pendapatnya, selalu dimulai dengan : kata si ini,kata si itu...dst.
Jarang sekali terdengar ungkapan : menurut pendapatku...
Mereka saling menyalahkan berdasar kepada pendapat si ini, si itu.
Bukankah setiap manusia dianugrahi perangkat untuk menjadi dirinya sendiri...?
Ketika suara menjadi sama, itu hasil dari olah fikir masing-masing yang ternyata berkesimpulan sama.
Begitulah seharusnya menjalani hidup.
Kebenaran itu ditemukan dan dijalani sebagai prinsip pribadi yang dilakukan bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan untuk kesejahteraan bersama.
Orang berilmu itu akan terseleksi oleh alam.
Ketika hanya memiliki hafalan kemudian mengangkat diri menjadi orang berilmu, keadaannya menjadi lucu. Dia tidak mampu menjalani dan menjawab apa yang semestinya dijawab.
 
Senjata pamungkas yang selalu diulang adalah mendasarkan pendapat kepada pendapat orang lain.
Apa yang bisa diambil dari orang yang hanya mengumpulkan hafalan...?
Hidup itu harus menentukan sikap,dan sikap menyontek adalah tidak asli sebagai pendapat sendiri.
Ritual ibadah khusus, memiliki ketentuan yang baku.
Kegiatan hidup diluar ibadah khusus memerlukan kreatifitas dan seni hidup yang dimiliki oleh setiap pribadi.
 
Terjemahan sebagai baik,benar, adalah sikap terbaik yang diambil oleh setiap pribadi.
Manusia memiliki keunikan masing-masing agar saling mengisi dan saling melengkapi.
Jika manusia menyontek sikap, hasilnya bukan keaslian.
Menyontek bukanlah proses yang mampu mengeluarkan seluruh potensi diri.
Banyak manusia dikelabui oleh para penganjur agama/kepercayaan yang tidak memberi kebebasan berfikir dan bersikap. Mereka menjejali ketentuan2 yang direkayasa sendiri dengan mengatasnamakan agama/kepercayaan itu. Kemudian memberi predikat shaleh untuk yang mengikutinya.

Betapa bahaya jika orang yang tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi pemimpin agama. Dia memperlakukan manusia bagai itik yang digiring kesana- kemari dengan iming-iming predikat shaleh...

Rencanamu ada dalam rencana-Nya

Jarak itu penting...
jarak memiliki rentang yang didalamnya sarat dengan keindahan...

ketika berada dalam jarak,
ada yang namanya berdoa,
ada yang bernama memohon,
ada yang namanya mengabdi,
ada yang bernama berharap,...
.............................................
sungguh tak ada yang sia-sia dalam seluruh keadaan...

menikmati jarak,
membuat ada komunikasi,
ada memberi-menerima,
ada bertanya ada jawaban,
ada yang dicintai ada yang mencintai,
ada yang memohon maaf ada yang memaafkan...
.................................................

jarak membuat segalanya berstrata...
ada cara...
ada etika...
ada aturan...
ada kepatuhan...
ada membangkang...
ada yang lalai...
ada khilaf...
ada lupa...
ada tidak mengerti...
...............................
anugrah tertinggi itu akan hadir,
seiring keadaanmu...
rencanamu ada dalam rencanaNya...

apa yang diinginkan manusia...?
Dia sejalan dengan apa adanya dirimu...

bisa jadi tak ada yang kau fahami,
bisa jadi tak ada yang kau miliki,
bisa jadi tak ada kesempatanmu,
apapun...
bagaimanapun....
Dia hadir diinginkan ataupun tidak...

seluruh yang ada hanya berlaku sepertinya,
perjuangan adalah gerak sepertinya,
keberhasilan adalah sepertinya,
kegagalan adalah sepertinya,
semua bagai bayang yang hanya harus terlihat nyata,...
Dia wujud dan Dia bathin...
semua bernilai dalam kedua sisinya...
yang bagai tak berpisah...
yang sebenarnya tak pernah ada jarak,ruang,waktu...

wahai....
rindu yang tak bertara...
yang tak terbayangkan adanya...
yang tak terjangkau...
tak pernah mampu dimengerti....
tak bisa teraih asa...

.......................................

bergelut sendiri, dalam tak berdaya...
adakah semua ini baru hanya sepertinya....?

...........................................
merindu-Mu pelan-pelan meluruhkan segala yang ada,
ada dan tiada semakin tak ada...

....................................



Senin, 23 Mei 2016

Jika Dia Jodohku, Jaga Dia Dalam Kebaikan Dan Pertemukan Kami Di Waktu Yang Tepat

Sendiri dalam penantian, menyepikan hati hanya untuk seseorang yang pantas untuk menempati. Dia yang berani setia, tidak hanya sekedar mengumbar kata-kata bahagia tanpa berani untuk menentukan hari dimana kita dipersatukan. Dipersatukan dalam suatu hubungan yang halal, hubungan dua anak manusia yang berbeda latar belakang.
Jika dia jodohku, jaga dia dalam kebaikan dan pertemukan kami di waktu yang tepat. Waktu dimana kita berdua benar-benar siap dan mantap untuk mempunyai status baru. Tidak lagi tergantung dengan adanya orangtua dan tanggung jawab hidup akan kita pikul bersama. Jagalah kami dalam kebaikan, tak apa saling berharap dan saling menjauhi. Karena jodoh tidak harus selalu bersama sebelum kepelaminan. Sibukan kami dalam kebaikan sehingga kami siap dan lupa lamanya penantian. Penantian yang kadang memberikan keraguan dan hilangnya kepercayaan kalau kau adalah jodoh yang dipersiapkan untuk ku. Kita sama sama-sama tidak tau, kalau nantinya kau dan aku akan bersama. Bersama bukan hanya berdua, tapi ada keluarga yang kita satukan dan ada jalan yang kita pesiapkan. Ibu dan ayahmu akan menjadi ibu dan ayahku juga, begitupun sebaliknya. Jadi jangan sungkan jika kau nanti mau puang ke mana, kau adalah bagian yang aku temukan dan akhirnya dipersatukan. Masalah jodoh bukan siapa cepat dia dapat, ini soal kesabaran dalam penantian dan soal keyakinan akan sebuah ketentuan. Pasti kau akan datang bertamu, pasti kita akan bertemu, walau sekarang aku belum tau siapa namamu. Jodohku bolehkan aku sebut namamu dalam doa, Tapi Allah lebih tau kemana hati ini akan tertuju dan seharusnya berada. Jika yang aku sebut namanya dalam doa tidak menjadi apa yang aku harapkan dan tidak dipersatukan. Kita berharap setiap doa akan semakin mendekatkan dengan yang memiliki takdir dan memberikan kebaikan serta memperkuat keyakinan. Walau kita tidak bisa untuk bersama dan kau bahagia dengan seseorang selain aku...

Jumat, 08 April 2016

Be Patient... Jodoh Pasti Bertemu...

Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan, dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia...

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi...

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita...

Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya dapat tertanam lebih dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik...

Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu...

Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut...

Mengapa Menunggu ?????...

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, Kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam pencarian itu....

Jika ingin berlari, maka belajarlah berjalan dahulu...

Jika ingin berenang, maka belajarlah mengapung dahulu...

Jika ingin dicintai, maka belajarlah mencintai dahulu...

Pada akhirnya….

Lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada...

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada...

tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius...

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,..

Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,.

Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,...

Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan....

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,..

Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal (iman, keberanian dan pengharapan)...

Tapi penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan...

Pada akhirnya……
Tuhan dengan segala hikmat-Nya meminta kita menunggu,..

pasti…karena alasan yang penting...

semua indah pada masanya...

believe....

Seperti Dulu

Ada yang sudah berubah tapi tak bisa aku ungkapkan lagi...

Aku tak tahu sejak kapan ini mulai lain, tetapi tetap saja aku tak dapat mengungkapkannya...

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi...

Mungkin aku, mungkin mereka...

Tetapi, aku hanya berpikir, mungkin Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk kali ini. Ya karena aku yakin, untuk masalah ini, Tuhan sepertinya selalu membuat aku untuk menunggu...

Tapi Tuhan, aku hanya pinta padamu...

Aku tahu Kau membuat aku untuk bersabar, aku tahu Kau memberiku hikmah di balik ini...

Tapi apakah aku belum cukup disadarkan oleh laman hitam yang pernah ada di hidupku?...

Atau aku adalah manusia keras kepala sehingga Kau harus menyadarkanku berulang...

Aku memang bodoh, Tuhan…

Tuhan, Kau tetap satu-satunya Tuhanku yang tidak pernah mengecewakanku, walaupun terkadang aku masih sering mengecewakan-Mu...

Tuhan, kali ini aku hanya meminta satu. Walau aku tahu, jika ku minta waktu untuk berulang, itu tidak akan pernah mungkin terjadi...

Aku hanya ingin semuanya seperti dulu…
Aku yang seperti dulu, dan mereka yang seperti dulu. Itu saja, Tuhan…

Teruntuk kalian yang pernah hadir di hidupku. Aku ingin membahagiakan kalian, dengan cara yang aku bisa...

Teruntuk kalian yang pernah hadir di hidupku. Aku merindukan kalian dan aku menyayangi kalian...

Aku hanya tidak ingin ada sisi yang hilang di antara kita, hingga sisi itu tidak lagi bertautan satu sama lain...

INI FITRAH adanya.. Kau Telah Titipkan Di hati Kami

Ada dia seorang gadis yang sangat halus dan lembut hati-nya…
patuh dan berbakti pada ke dua Ayah dan ibu-nya…
Apa kehendak hati ibu dan ayah-nya, itulah yang bakal terjadi...
Bangga pada agama yang Dipeluk-nya ….
Cinta pada Tuhan-nya yang Utama..
Namun jika ia mulai mendekati CINTA INSANI…
Adakala dia Sangat Rapuh...
Sebab takut-nya DIA pada Tuhan-nya...
Cukup sujud ke sujud.. YANG DAPAT DIA LAKUKAN...
Cinta Insani Cukuplah Cinta DIA DALAM DIAM...
Sebuah Pengakuan ... ( Teruntuk Juga Pada Kita Semua )...

Ya Rahman… Ya Robbi...
Engkau maha mengetahui, tak terkecuali hati yang tak juga luput dari pengetahuanMu, baik rasa yang melintas ataupun yang menngendap dan semua itu adalah keagungan takdirMu...

Engkau tahu bahwa kini di hati ini, bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku, aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku, ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu...

Oh God … what can I do …
should I keep this love..
to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart...

Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah,..

Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan...

bentangkan jalan,...
pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku...

labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridhoanMu...

kembali pada cinta …
apakah ini hanya ada dalam hatiku saja, ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya...

jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja … menyedihkan...

Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart or should I disclose my heart...  I was in a confusion...

cinta oh cinta...
suatu waktu ketika aku memikirkanmu, mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu, maka berdasarkan analisis hatiku, aku menyimpulkan tentangmu, engkau hanyalah perspektif waktu dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu, karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati, probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga, mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya.
ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku, karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku...

ya Allahu yaa Rohmaan...
Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan..

ya Allahu yaa rohiim...
irhamna wa Inni asalukal qolbun salimun salaman...

Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan, karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu, begitu susah rasa ini aku palingkan. Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian...

once again...

Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart or should I disclose my heart...

????????????
?
??
??????????????????????

Allah …
JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian...

sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya...

Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya...

hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna....

Namun jika dia menolaknya...

Lewat angin … afirmasikanlah bahwa dia tak layak untukku...

dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku, yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan..

Dan andai nanti dia menerimanya...

maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya...

karena aku tak ingin cinta yang tak direstui...

yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan kawin lari...

astaghfirullahal ‘adzim...

Allah … sungguh tak ada yang tahu kehendakMu...

Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya...

namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya...

Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta...

hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah mendustakanMu...

karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selainMu...

but …
I hope in my heart...
I want to meet her..
in one day one heart to be forever...

Ya Allah perkenankan permohonan cintaku...

Bila tlah kau catatkan dia akan jadi milikku. Satukanlah hatiku dan hatinya...

Titipkanlah kepada kami bahagia yang abadi...

Melayari hidup ini dengan ridlomu ilahi...

Namun bila tlah kau takdirkan dia bukanlah milikku...

Bawa jauh dia dari pandanganku...

Lenyapkanlah kebahagiaan saat dia disisiku...

Dan pelihara diriku dari kecewa hatiku...

Tenangkanlah hatiku dengan lembut cintamu...

Dengan kasih sayangmu....

Agar ku merasakan indahnya karuniamu
Yang kau anugerahkan untukku....

Janganlah kau biarkan aku hidup sendirian. Membawaku di kegelapan dunia....

Maka berikanlah diriku pasangan yang beriman. Agar aku dan dia dapat Setia tuk menyembahmu....

Aamiin....…

Mohabbatein

Baru ku sadari,...

terkadang seseorang berani berbohong karena ia terlalu mencintai, dan tidak berani untuk menyakiti....

Seseorang yang kelihatan angkuh, tegar dan nakal di luar, ternyata adalah seseorang yang diam, lugu, dan sering menghabiskan waktu di kamarnya untuk membaca novel dengan kacamatanya, dan selalu memaafkan dengan keindahan senyumannya....

Cinta tak kan pernah diketahui kapan ia bermula. Mungkin setiap kali jika ada hal-hal yang kecil yang membuat kita tertawa dan menangis bersama, ataupun ketika hujan turun saat kita selalu bernyanyi...

Kehidupan adalah menerima dan memberi kasih. Jika ia hanya menerima tanpa memberi kasih, itu bukan kehidupan...

Walaupun selalu ada kebencian, tapi di hati tetap ada cinta...

Walau yang mencintai mati, walau kekasih hati mati, tapi cinta mereka tetap abadi....

Yakinlah.... dengan selembar daun cinta itu akan mampu membuatmu untuk merubah dunia...

...

Terimakasih Ibu & Ayah

sungguh banyak pengorbananmu Ibu ! pengorbanan seseorang yang tidak akan pernah tergantikan adalah pengorbanan seorang ibu. Ibu adalah se...