Banyak orangtua menganggap remeh sifat malu yang dimiliki oleh
anaknya dan berasumsi dengan semakin bertambahnya usia, rasa malu ini
sedikit demi sedikit akan menghilang. Padahal, menurut penelitian yang
dilakukan oleh Vanderbilt University di awal 2012, ditemukan fakta bahwa
perasaan malu yang dirasakan anak merupakan sebuah kepribadian yang
diatur oleh otak atau pikiran mereka.
Itu artinya, anak
membutuhkan stimulus pada otaknya untuk membuatnya berpikir bahwa
dirinya bukanlah seorang pemalu. Bagaimana caranya? Berikut
FIMELAfamily.com berikan lima cara mudah mengubah si pemalu menjadi
berani tampil.
Jangan Menyebutnya Pemalu
"Dia memang begitu
kalau bertemu dengan orang. Maklum, anaknya pemalu banget." Sering
mendengar orangtua yang berkata seperti ini pada anaknya? Atau
jangan-jangan kamu termasuk diantaranya? Nah, mulai sekarang berhenti
menyebut anakmu pemalu karena secara nggak langsung di dalam pikiran si
kecil akan terpatri bahwa dirinya memang pemalu. Kalau dia sudah
berpikir seperti ini, bagaimana bisa kamu membuatnya menjadi anak yang
pemberani? Saat buah hatimu lebih suka menyendiri dibandingkan bermain
dengan orang-orang di sekitarnya, cukup berikan penejelasan kalau dia
memang sulit beradaptasi dengan orang lain. Tapi, jangan lupa tambahkan
kalimat, "Lama-lama dia juga mau kok main sama yang lain", sambil
tersenyum pada anakmu. Dengan begitu, dia akan merasa disemangati untuk
berani menghilangkan sifat malunya.
\
Terima Apa Adanya
Nggak usah menutupi fakta
kalau anakmu memang pemalu dan susah untuk akrab dengan orang baru. Jika
ada temanmu atau orangtua teman anakmu yang menyebutnya seperti itu,
akui aja dengan lapang dada. Begitu juga kepada si kecil, jangan
berpura-pura kamu nggak tahu kalau dia merupakan anak pemalu. Justru
kamu harus mendukungnya dengan mengatakan kalau nggak masalah menjadi
pemalu. Tapi di balik itu, kamu tetap melakukan berbagai cara untuk
mengurangi rasa malunya.
Mulai Dari Hal Kecil
Bagi anak yang sangat
pemalu, bahkan menatap lawan bicaranya saja mereka nggak akan sanggup.
Untuk kasus seperti ini, kamu harus menghadapinya dengan ekstra sabar
dan perlahan. Mungkin caranya bisa dimulai dengan memintanya untuk
berani menatap mata orang yang mengajaknya bicara, lebih kencang saat
berbicara agar suaranya terdengar, dan menjawab apa yang ditanyakan
dengan orang lain. Meski terkesan mudah, bagi mereka ini merupakan hal
yang sangat sulit dilakukan. Jadi, ajarkan pelan-pelan dan jangan mudah
menyerah.
Bangun Kepercayaan Dirinya
Anak pemalu umumnya memiliki kepercayaan diri yang nggak terlalu besar. Itu mengapa, mereka cenderung akan menjadi follower saat
berteman. Fokus utamamu selain untuk membuatnya menjadi lebih
pemberani, kamu juga harus menanamkan pada dirinya kepercayaan diri yang
tinggi dan menghargai diri sendiri. Bagaimana caranya? Mulai dari
hal-hal kecil, seperti memintanya untuk berani memesan sendiri makanan
saat ada di restoran atau membayar belanjaannya di supermarket. Saat si
kecil berhasil melakukannya, jangan lupa puji dirinya dan katakan bahwa
kamu bangga dengan keberaniannya. Kata-kata simple darimu ini bisa membangun rasa percaya dirinya sehingga dia nggak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Jangan Patah Semangat
Dua hal yang nggak boleh
kamu lakukan untuk mengatasi si kecil yang pemalu, yaitu mendukungnya
untuk nggak melakukan berbagai macam hal karena rasa malunya atau justru
memaksanya melakukan kegiatan yang kamu tahu dia pasti malu untuk
melakukannya. Kedua hal ini justru akan membuat si kecil makin menutup
diri darimu. Pelan-pelan, kenalkan buah hatimu dengan berbagai kegiatan
seru yang biasa dilakukan oleh anak seusianya. Agar dia tetap merasa
nyaman, terus temani hingga dia membolehkanmu untuk nggak menemaninya
lagi. Jika sesudah mencoba, dia tetap menolak, turuti permintaannya.
Tapi, jangan patah semangat untuk terus melakukan hal ini sampai si
kecil terbiasa berinteraksi dengan orang lain.
![]() | |
| Mustika Nur Aprilia - TK Pertiwi Banjaran, Ds Banjaran - Kec. Taman - Kab. Pemalang. https://www.facebook.com/munirlovers |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar